Navigation Menu+

Fashion Membentuk Karakter Positif pada Anak Anak

Posted on Feb 15, 2013 by in News | 0 comments

kids-fashion

Coba perhatikan tingkah laku anak perempuan Anda. Pada usia berapa anak perempuan Anda mulai bergaya di depan cermin, memeragakan gaya busana yang ia suka? Jika anak perempuan Anda sudah mulai melek fashion, Anda bisa membentuk karakter dan mengasah keterampilannya melalui kegemarannya terhadap fashion.

Menurut konsultan dan pengarah gaya dari Square Atelier, Aju Isni Karim, melalui fashion anak bisa belajar memupuk kepercayaan dirinya, keberanian tampil berbeda, juga mengasah kreativitas dan keterampilannya seperti dalam memadupadankan warna, bahkan mengajarkan anak menjadi smart shopper. Fashion juga menjadi alat untuk membangun komunikasi ibu dan anak.
Komunikasi

Ibu dari Rafi (12), Nares (8), dan Ilyasa (6) ini membuktikan bagaimana fashion berdampak positif pada perkembangan anak. Perempuan berkerudung ini gemar berkomunikasi dengan putrinya Nares, termasuk dalam memilih gaya busana muslim.
“Fashion itu mengasyikkan untuk membangun komunikasi ibu dan anak. Banyak manfaat positif fashion terhadap pengasuhan anak,” tutur Isni kepada Kompas Female di butik Square di Bintaro Sektor 9, Tangerang, Banten, Kamis (25/8/2011) lalu.

 

Fashion Forming Positive Character in Children

Fashion Forming Positive Character in Children

Percaya diri

Isni menyebutkan, Nares sadar gaya sejak berusia enam. Sementara soal padu padan warna dan busana, Nares mulai memahaminya di usia delapan. Fashion menjadi alat bagi Isni untuk mengarahkan dan membentuk kepribadian putrinya. Melalui pilihan gaya busana dan padu padan warna, Nares tumbuh menjadi anak yang berani tampil beda, dan percaya diri dengan penampilannya dalam berbusana muslim.

“Anak-anak bisa diarahkan melalui berbagai cara. Pengembangan karakter, seperti kepercayaan diri juga bisa dilakukan dengan banyak cara. Fashion bisa menjadi salah satu cara menumbuhkan kepercayaan diri anak,” tutur Isni yang sering mengambil contoh penampilan Michelle Obama yang modis, elegan, dan menarik untuk menjadi bahan diskusi dengan Nares. “Melalui gaya busana Michelle, Nares belajar bagaimana memilih busana, termasuk warna, yang tepat menyesuaikan dengan warna kulit, seperti Michelle yang selalu berpenampilan menarik dan bisa memilih busana yang tepat menyesuaikan warna kulitnya,” aku perempuan kelahiran Malang, 28 Maret 1972 ini.
Tampil beda

Fashion membantu anak untuk berani tampil beda. Pilihan gaya yang diperkenalkan kepada anak sejak dini membentuk kepribadian positif. Misalnya, kepercayaan dirinya dalam berkreasi dengan busana, justru membuat anak berani tampil beda tak seragam dengan anak-anak lainnya. Kemudian, dampak pada kepribadian anak adalah anak mampu berpikir kreatif.
“Melalui fashion, anak terangsang untuk berpikir out of the box, berani berkreasi, tidak merasa harus sama dengan teman-temannya. Jika pola pikir seperti ini terbangun sejak dini, harapannya saat dewasa nanti ia tumbuh mandiri, lebih kreatif dan tidak terjebak di jalur aman,” jelas Isni.
Hemat

Nares bersekolah di sekolah Islam, dan memiliki ibu yang berbusana muslim. Di usianya yang masih belia, Nares belum wajib berbusana muslim, namun ia belajar mengenakan busana muslim dari ibunya. Dengan arahan ibunya, Nares belajar fashion dan berkreasi dengan gaya busana. Alhasil, gaya busana muslim Nares berbeda dengan anak-anak lainnya.
“Anak-anak justru lebih kreatif dan kritis dalam melihat suatu produk. Mereka bisa mengaplikasikan produk dengan kreasi mereka, melalui pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan dari sebuah produk yang dilihatnya. Tugas orangtua adalah memberikan penjelasan kepada anak,” tutur Isni.

Kebiasaan yang dibangun Isni bersama Nares ini membuahkan hasil. Isni mengakui, Nares lebih cerdas saat berbelanja. Setiap melihat busana, ia akan langsung berpikir padu padan. Bagaimana busana yang masih terpajang di etalase itu bisa dikreasikan dengan busana yang dimilikinya di rumah. Atau bahkan, apakah busana di toko anak itu bisa digunakan untuk berbagai kegiatan misalnya.
“Anak menjadi smart shopper. Dan justru lebih hemat karena menerapkan konsep padu padan busana dan warna,” tambahnya.
Mandiri

Dengan kemampuan memilah dan memilih busana sendiri, si kecil juga bisa mandiri. Ia akan memilih sendiri busana yang tepat untuknya, menyesuaikan kegiatan, tanpa perlu meminta bantuan ibunya untuk memilihkan pakaian.
Jadi, saat anak perempuan Anda mulai menunjukkan perhatiannya terhadap gaya busana, waktunya Anda mengarahkan. Boleh jadi si kecil mulai melek fashion dan melalui kesukaannya ini, Anda bisa membentuk kepribadian positif yang bermanfaat untuk dirinya.